Rabu, 25 Januari 2012

Cara membuat email anda lebih aman

Biar alamat email gmail anda tidak mudah di-hack atau disusupi orang-orang iseng, anda perlu melakukan pengamanan biar email gmail anda lebih aman. Ya, anggap antisipasi “sebelum hujan sedia payung”.
“Bagaimana caranya?”
Tenang… pertanyaan “bagaimana cara membuat email anda lebih aman” sudah saya siapkan tips-tipsnya. Langsung simak saja.

  1. Hindari mencentang “stay signed in”. Terutama di komputer yang digunakan banyak orang. Kalau anda memberi centang, maka username dan password anda akan disimpan pada cookies di komputer. Bahayanya, spyware bisa ikutan membaca informasi yang disimpan ini.
    gmail joko
  2. Gunakan https. Aktifkan https untuk membuat data anda lebih aman. Sebab data yang dikirim akan dienkripsi terlebih dahulu. Cara mengaktifkannya dengan mengklik “Settings” lalu pada pilihan “browser connection” pilih “always use https”. Kalau sudah, jangan lupa klik “save changes”.gmail joko s
  3. Periksa “Last Account activity” pada bagian bawah. Periksa “details” jika ingin mengetahui detailnya. Maka akan terbuka kotak baru yang menampilkan detail alamat IP lokasi anda membuka alamat gmail anda. Jika ada nomer IP yang dirasa “aneh” ada kemungkinan orang lain menyusup ke akun gmail anda. Segera ganti password email anda!
    email joko
  4. Ubah password anda secara berkala. Buat kombinasi password yang tidak mudah ditebak orang. Gunakan simbol seperti ! ” ? $ ? % ^ & * ( ) _ – + = { [ } ] : ; @ ‘ ~ # | \ < , > . ? / dalam password.
  5. Update informasi recovery akun gmail. Caranya klik di sini kemudian pada “email” anda bisa tambahkan email lain untuk menerima link setiing ulang password. Link itu akan dikirimkan jika anda lupa password. Bila diperlukan tambahkan juga nomer telepon anda.
  6. Log out jangan lupa. Setelah selesai menggunakan email, jangan lupa lakukan log out. Sekalipun anda menggunakan komputer pribadi, lebih baik jika anda biasakan memencet tombol log out setiap selesai menggunakan gmail. Buat jaga-jaga :)
  7. Bersihkan juga data di browser. Untuk pengamanan ekstra, bersihkan juga cache, cookies, dan history pada browser anda sehabis menggunakan gmail. Biar lebih aman.
Sederhana kan?

Menjadi mahasiswa tidak hanya sebatas masuk kuliah

Menjadi mahasiswa tidak hanya sebatas masuk kuliah, ketemu dosen, menyelesaikan tugas dan begitu begitu saja aktivitas yang dilakukan sepanjang masa perkuliahan. Kalau menurut saya, ketika menjadi mahasiswa sebaiknya ikut aktif di salah satu UKM atau aktivitas aktivitas yang bermanfaat.
Maksud saya disini adalah bahwa mahasiswa itu tidak hanya harus cerdas secara akademik tapi lebih penting juga mampu dalam membangun hubungan sosial dan memiliki pengalaman organisasi. Hal ini bermanfaat ketika nanti terjun ke dunia kerja, apalagi yang berniat memilih dunia perkantoran.
Banyak cotohnya dapat kita lihat, misalnya di lingkungan pemerintahan. Banyak atasan yang tidak bisa mengarahkan anak buahnya untuk bekerja, sebab dia tidak memiliki kemampuan untuk mengkomunikasikan apa yang dia inginkan. Tidak mampu mengarahkan orang lain. Tidak terbiasa menghadapi orang dengan berbagai type dan karakter. Yang pada akhirnya hubungan antara atasan dan bawahan tidak berjalan dengan baik.
Menurut saya tipe atasan seperti ini ada karena tidak ada atau kurangnya basic organisasi ketika masih aktif di dunia perkuliahan. Jadi kemampuan untuk berinterkasi dengan orang lain kurang baik. Sehingga kondisi di lingkungan kerja pun tidak berjalan baik.
Apalagi di lingkungan birokrasi, sistem karir kadang tidak objektif, malah lebih subjektif. Meskipun kemampuan minim tetapi pendekatan ke atasan bagus, kemungkinan ada jalan untuk menduduki suatu jabatan. Makanya tidak heran kalau banyak orang yang punya kemampuan teknik bagus tetapi tak punya jabatan. Salah satu faktornya adalah karena ketidakmampuan bersosialisasi dan membangun hubungan dengan orang lain.Sehingga kemampuan yang dimiliki tidak terekspose. Akhirnya karir pun kurang berkembang.
Intinya sih kalau kalau mau berkarir di dunia kerja. Sebaiknya belajar dan mencari pengalaman organisasi atau kegiatan lain selama masih aktif sebagai mahasiswa.

my kurasion . .

Dasar Belajar Fotografi: Foto Murni vs Digital Imaging oleh Mishbahul Misbah Munir – Poetrafoto Studio Photography Team Dengan perkembangan gadget atau peralatan/perlengkapan fotografi saat ini, sangat memungkinkan siapapun bisa memotret. Bisa memotret dengan mudah, dengan lebih murah, dan dengan cepat mendapatkan hasil foto yang lebih baik. Dengan cukup memiliki kamera digital pocket biasa saja, siapapun bisa memotret sepuasnya. Tak perlu kamera SLR/DSLR lagi. Apalagi yang sudah punya SLR/DSLR harusnya bisa lebih mantab bukan?! Nah, dengan kondisi ini, akhirnya memunculkan prinsip baru dalam dunia fotografi, yaitu “prinsip asal jepret“. Maksud saya, jeprat-jepret dulu saja, hasil belakangan. Kebiasaan yang ada, jika dilihat di layar LCD kamera kurang bagus, langsung hapus! Terus, tinggal jepret lagi dan lagi deh… Terus, ada lagi. Jika kurang puas dengan hasil dari kamera langsung, foto digital bisa dengan mudah diolah dengan piranti atau software pengolah gambar, seperti Photoshop yang paling familier. Nah, bagi yang ingin serius mendalami dunia fotografi, hati-hatilah dengan prinsip ini (prinsip asal jepret). Kalau ikut-ikut prinsip ini, kita bisa-bisa malah bukannya jadi fotografer profesional (ini bagi yang ingin serius belajar fotografi lho…), tapi nanti malah jadi DI-ers, atau seorang pengolah gambar (digital imageer? photoshoper? digital imaging art? atau apalah sebutannya). Tapi itu sih pilihan, tergantung kitanya mau gimana… -- Oleh karena itulah, saya kali ini ingin sedikit mengulasnya sebagai bahan diskusi kita lebih lanjut. Dalam judul, saya tuliskan “Foto Murni vs Digital Imaging“. Lalu apa maksud saya? Pendapat saya, yang disebut “Foto Murni” itu adalah foto asli yang dihasilkan langsung dari kamera, baik kamera analog, semi-analog, maupun digital, tanpa editan atau olahan sama sekali. Foto seperti ini murni/asli karya dari hasil hitungan teknis di kamera yang tepat. Pokoknya original deh! Sedangkan, untuk “Foto DI (Digital Imaging = olah digital) adalah foto yang sudah diedit atau diolah dengan menggunakan piranti atau software pengolah gambar, seperti Photoshop, Lightroom, ACDsee, dan lain sebagainya. Bahkan, tempat/lokasi, moment, atau apapun yang sebenarnya tidak ada di dunia ini, menjadi ada dengan diolah sedemikian rupa. Contoh foto murni hasil dari kamera langsung (photo by Mishbahul Munir) __________ document from http://blog.poetrafoto.com dokumen ini diperbolehkan untuk diperbanyak, di‐copy, dan atau disebarluaskan untuk kepentingan pembelajaran bersama, dengan tetap menyebutkan Nama Penulis dan alamat web http://www.poetrafoto.com Mengulas soal ini, bukan berarti saya termasuk fotografer yang anti olahan. Tidak ada yang salah dengan dua jenis karya foto ini. Tidak ada yang buruk salah satu atau dua. Keduanya baik dan sangat dibutuhkan, baik yang murni maupun yang DI. Namun, yang harus kita perhatikan ketika kita ingin serius menggeluti dunia fotografi adalah, ini menurut saya lho, langkah awalnya adalah tetap mengutamakan terlebih dahulu menghasilkan foto yang terbaik dan semurni mungkin dari kamera kita. (INGAT, ini khusus bagi yang ingin mendalami fotografi dengan modal kamera yang kita miliki) Jadi, mari kita kuasai betul-betul dengan detil gadget atau peralatan kamera yang kita miliki. Hitung, pertimbangkan, dan seriusi kamera kita. Sisi pencahayaan (lighting), komposisi (compotition), angle, saturation, diafragma, white balance (WB), dan lain sebagainya. Yakinkan terlebih dahulu, bahwa kita telah benar-benar bisa menghasilkan foto terbaik seperti yang kita butuhkan. Jawablah pertanyaan mendasar ini sebelum kita memotret; 􀂃 Untuk kita buat apa foto yang kita hasilkan? 􀂃 Mau digunakan untuk apa? 􀂃 Atau, mau diapakan hasil foto kita setelah kita jepret? Nah, setelah itu terjawab, dan yakin bahwa hasil kita telah sesuai dengan yang kita butuhkan, baru kita bermain di software pengolah gambar sesuai kebutuhan selanjutnya. Bayangkan saja, kalau kita diawal sudah menghasilkan foto yang cukup baik, maka olahannya pun lebih mudah dan lebih cepat bukan? Ngeditnya lebih ringan, lebih sedikit, dan tak butuh waktu lama di depan komputer. Gambar: contoh foto hasil olahan (photo by Antony Evenly) Berdasarkan pengalaman penulis sendiri, olah digital sangat dibutuhkan. Terkadang, beberapa kesalahan minor, seperti wajah sedikit berjerawat perlu kita kurangi, foto yang sedikit gelap perlu kita seimbangkan cahayanya, komposisi yang kurang pas perlu kita crop, pengaturan kontras perlu kita atur level dan colornya, dan lain sebagainya. Sehebat apapun kita punya keahlian olah digital, jika foto yang ingin kita olah ‘dibawah standar’ atau, katakan saja buruk, dijamin pasti jengkel rasanya kita di depan komputer kan? Bisa-bisa seharian kita di depan komputer hanya untuk ngolah satu foto. Entahlah, semoga saja ini hanya pendapat saya yang masih awam ini. Dan, semoga saja saya salah. Tapi semoga tetap bermanfaat ya… hehe… ☺ Tabik! (Mishbahul Munir)


CV. jhoy


DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Data Pribadi

Nama                                                   :        Ryanda Asy’ari
Alamat                                             :            Jl.Sumatera 3 No.26 Rt/Rw.04/06             
                                                                     Kunciran Mas Permai, Ciledug Tangerang
Kode Post                                           :        15145    
Nomor Telepon                                   :         089630220559
Email                                                   :         ryanda.asyari@yahoo.com
Jenis Kelamin                                      :         Laki-laki
Tanggal Kelahiran                               :          Tangerang, 03 Juli 1991
Status                                                  :         Belum Menikah
Warga Negara                                     :         Indonesia
Agama                                                 :        Islam

Riwayat Pendidikan dan Pelatihan 

Jenjang Pendidikan                            
SD Kunciran VII                                                                                1998 - 2003
Mts Daar El-Qolam                                                                             2003 - 2006
MA Daar El-Qolam                                                                            2006 - 2009
Universitas Muhammadiyah PROF.DR.Hamka                                 2009 – Sekarang

Pendidikan Non Formal / Training – Seminar

  1. Seminar Perbankan Syariah
  2. Pelatihan Latihan Kepemimpinan Tingkat Dasar
  3. Pelatihan Latihan Kepemimpinan Tingkat Madya
  4. Pelatihan Pemakai Perpustakaan
  5. Pelatihan Daarul Arqom Dasar
  6. Pelatihan Darul Arqom Madya
  7. Seminar Kemasjidan Dewan Masjid Indonesia
  8. Pelatihan Tim Relawan Bencana Alam

Pengalaman Organisasi

1.      Anggota  Ikatan Santri Muallimin Al Islamiah ( ISMI )
2.      Ketua Saka Bhayangkara
3.      Anggota Bid.Organisasi Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah
4.      Ketua Pelaksana Silahturahmi FAI Uhamka dengan FAI UMJ
5.      Ketua Bidang Sosial, Ekonomi dan Politik BEM FAI UHAMKA
6.      Staff Menteri Sosial Ekonomi BEM UHAMKA
7.      Tim Sosialisasi Kampus UHAMKA
                                                     
   Demikian CV ini saya buat dengan sebenarnya.


(......................................)

leadership (kepemimpinan)


PENDAHULUAN
Kepemimpinan atau leadership adalah kemampuan seseorang untuk mempengaruhi orang-orang lain agar bekerjasama sesuai dengan rencana demi tercapainya tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Dengan demikian kepemimpinan memegang peranan yang sangat penting dalam manajemen, bahkan dapat dinyatakan, kepemimpinan adalah inti dari managemen.

Di dalam kenyataan, tidak semua orang yang menduduki jabatan pemimpin memiliki kemampuan untuk memimpin atau memiliki ‘kepemimpinan’, sebaliknya banyak orang yang memiliki bakat kepemimpinan tetapi tidak pernah mendapat kesempatan untuk menjadi pemimpin dalam arti yang sebenarnya. Sedang pengertian ‘kepala’ menunjukan segi formal dari jabatan pemimpin saja, maksudnya secara yuridis-formal setiap orang dapat saja diangkat mengepalai sesuatu usaha atau bagian (berdasarkan surat keputusan atau surat pengangkatan), walaupun belum tentu orang yang bersangkutan mampu menggerakan mempengaruhi dan membimbing bawahannya serta (memimpin) memiliki kemampuan melaksanakan tugas-tugas untuk mencapai tujuan.

PEMBAHASAN
PERSYARATAN PEMIMPIN

Karena seorang pemimpin bertugas menggerakan orang-orang yang dipimpinnya, maka sudah barang tentu ia harus memiliki sifat-sifat yang lebih dari orang-orang yang dipimpinnya. Banyaknya sifat-sifat ideal yang dituntut bagi seorang pemimpin berbeda-beda menurut bidang kegiatan, jenis atau tipe kepemimpinan, tingkatan dan bahkan juga latar belakang budaya dan kebangsaan. Untuk memperoleh perbandingan yang luas berikut ini akan diuraikan sifat-sifat atau syarat-syarat kepemimpinan yang diajukan oleh beberapa ahli, pemuka masyarakat, dan bahkan berdasarkan tradisi masyarakat tertentu.

Menurut Dr. Roeslan Abdulgani seorang pemimpin harus memiliki kelebihan dalam 3 hal dari orang-orang yang dipimpinnya :

- Kelebihan dalam bidang ratio.
Artinya seseorang pemimpin harus memiliki pengetahuan tentang tujuan dan asas organisasi yang dipimpinnya. Memiliki pengetahuan tentang cara-cara untuk menjalankan organisasi secara efisien. Dan dapat memberikan keyakinan kepada orang-orang yang dipimpin ke arah berhasilnya tujuan.

- Kelebihan dalam bidang rohaniah.
Artinya seorang pemimpin harus memiliki sifat-sifat yang memancarkan keluhuran budi, ketinggian moral, dan kesederhanaan watak.

-Kelebihan dalam bidang lahiriah/jasmaniah.
Artinya dengan kelebihan ketahanan jasmaniah ini seorang pemimpin akan mampu memberikan contoh semangat dan prestasi kerja sehari-hari yang baik kepada orang-orang yang dipimpin.

Terry menyebutkan adanya 8 buah syarat yang harus dipenuhi oleh seorang pemimpin yang baik, yaitu memiliki:

1. Kekuatan atau energi
Seorang pemimpin harus memiliki kekuatan lahiriah dan rokhaniah sehingga mampu bekerja keras dan banyak berfikir untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapi.

2. Penguasaan emosional
Seorang pemimpin harus dapat menguasai perasaannya dan tidak mudah marah dan putus asa.

3. Pengetahuan mengenai hubungan kemanusiaan
Seorang pemimpin harus dapat mengadakan hubungan yang manusiawi dengan bawahannya dan orang-orang lain, sehingga mudah mendapatkan bantuan dalam setiap kesulitan yang dihadapinya.

4. Motivasi dan dorongan pribadi, yang akan mampu menimbulkan semangat, gairah, dan ketekunan dalam bekerja.

5. Kecakapan berkomunikasi: kemampuan menyampaikan ide, pendapat serta keinginan dengan baik kepada orang lain, serta dapat dengan mudah mengambil intisari pembicaraan.

6. Kecakapan mengajar pemimpin yang baik adalah guru yang mampu mengajar dan memberikan teladan dan petunjuk-petunjuk, menerangkan yang belum dengan gambaran jelas serta memperbaiki yang salah.

7. Kecakapan bergaul: dapat mengetahui sifat dan watak orang lain melalui pergaulan agar dengan mudah dapat memperoleh kesetiaan dan kepercayaan. Sebaiknya bawahan juga bersedia bekerja dengan senang hati dan sukarela untuk mencapai tujuan.

8. Kemampuan teknis kepemimpinan: mengetahui azas dan tujuan organisasi. Mampu merencanakan, mengorganisasi, mendelegasikan wewenang, mengambil keputusan, mengawasi, dan lain-lain untuk tercapainya tujuan. Seorang pemimpin harus menguasai baik kemampuan managerial maupun kemampuan teknis dalam bidang usaha yang dipimpinnya.

Dalam amanatnya mengenai masalah kepemimpinan berdasarkan falsafah Panca Sila, Jenderal Soeharto menyimpulkan beberapa sifat yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin,

1. Ketuhanan Yang Maha Esa, yaitu kesadaran beragama dan beriman teguh

2. Hing ngarsa sung tulada, yaitu memberi suri-tauladan yang baik di hadapan anak buah.

3. Hing madya mangun karsa, yaitu bergiat dan menggugah semangat di tengah-tengah masyarakat (anak buah).

4. Tut Wuri handayani, yaitu memberi pengaruh baik dan mendorong dari belakang kepada anak buah.

5. Waspada purba wisesa, yaitu mengawasi dan berani mengoreksi anak buah.

6. Ambeg parama arta, yaitu memilih dengan tepat mana yang harus didahulukan.

7. Prasaja, yaitu bertingkah laku yang sederhana dan tidak berlebih-lebihan

8. Satya, yaitu sikap loyal timbal balik dari atasan terhadap bawahan, dari bawahan terhadap atasan dan juga ke samping.

9. Hemat, yaitu kesadaran dan kemampuan membatasi penggunaan dan pengeluaran segala sesuatu untuk keperluan yang benar-benar penting.

10. Sifat terbuka, yaitu kemauan, kerelaan, keikhlasan, dan keberanian untuk mempertanggung jawabkan tindakan-tindakannya.

11. Penerusan, yaitu kemauan, kerelaan, dan keikhlasan untuk pada saatnya menyerahkan tugas dan tanggung jawab serta kedudukan kepada generasi muda guna diteruskannya.

Dari dunia pewayangan dan pustaka lama pun, seringkali dapat kita pelajari sifat-sifat yang wajib dimiliki oleh seorang pemimpin. Misalnya seperti yang diajarkan oleh Resi Abiyasa kepada ksatriya Arjuna dalam kisah-kisah Mahabarata: Heneng, Hening, Heling, dan Hawas:

- Heneng artinya tenang
Seorang pemimpin harus memiliki sifat tenang dalam menghadapi segala persoalan. Jika mudah gelisah maka anak buah pun akan menjadi gelisah. Dengan ketenangan segala persoalan akan lebih mudah dihadapai.

- Hening artinya cipta
Seorang pemimpin harus memiliki ide, prakarsa, dan kreatif.

- Heling artinya ingat atau sadar
Seorang pemimpin harus selalu ingat kepada orang-orang yang dipimpinnya atau kepada rakyat.

-Hawas artinya waspada
Seorang pemimpin harus selalu waspada terhadap segala sesuatu yang mungkin terjadi.
Selanjutnya berikut ini 8 sifat yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin sebagaimana diajarkan oleh Sri Rama kepada Wibisana ketika hendak menjadi raja di Alengka menggantikan Rahwana kakaknya. Dalam dunia pewayangan ke-8 sikap atau laku ini disebut dengan ‘Hasta Brata’, meliputi :

- Surya Brata
Surya artinya matahari. Maksudnya seorang pemimpin harus memiliki sifat seperti matahari yang dapat memberikan penerangan kepada dunia. Pemimpin harus mampu memberikan penjelasan tentang maksud dan tujuan organisasi. Cakap berkomunikasi dan mengajar bawahan untuk menjelaskan segala yang belum dimengerti.

- Bayu Brata
Bayu artinya angin, yang memberikan kesejukan kepada siapapun saat udara panas. Seorang pemimpin harus mengetahui dan memahami perasaan dan kehendak serta pikiran anak buah, bersikap ramah tamah dan memiliki budi yang tinggi, sehingga dapat memberikan kesejukan kepada segenap bawahannya.

- Indra Brata
Indra artinya hujan, yang memberikan kesuburan. Maksudnya seorang pemimpin harus dapat mengusahakan dan menjamin kesejahteraan lahir dan batin orang-orang yang dipimpinnya.

- Dhana Brata
Dhana artinya harta atau kekayaan. Seorang pemimpin harus dapat menggunakan harta kekayaan sebaik-baiknya untuk kepentingan bersama dan bukan hanya untuk kepentingan sendiri. Sebaliknya pemimpin bahkan harus memberikan contoh sikap hidup dan cara hidup yang sederhana.

- Sasi Brata
Sasi artinya bulan, yang dapat membuat senang siapa saja yang menatapnya. Seorang pemimpin harus memiliki sifat-sifat yang membuat dirinya disenangi oleh orang-orang yang dipimpinnya. Hal ini dapat diwujudkan dengan cara pemimpin menyenangi dan menghargai bawahannya (anak buah)

- Yama Brata
Yama artinya jiwa. Pemimpin harus tegas dalam menegakan keadilan seperti halnya Dewa Yama yang tanpa ragu-ragu dan tanpa pandang bulu mencabut jiwa (jika perlu) mereka yang salah. Siapa yang salah wajib dikenai hukuman yang setimpal dengan menegakan keadilan.

- Pasa Brata
Pasa adalah senjata dewa Baruna yang tak pernah meleset mengenai sasarannya. Maksudnya dalam mengambil keputusan seorang pemimpin harus berdasarkan pertimbangan dengan melihat fakta-fakta, bijaksana, sehingga tepat mengenai sasarannya.

- Agni Brata
Agni artinya api, artinya seorang pemimpin harus memiliki sifat seperti api yang memberikan kehangatan kepada anak buah, membangkitkan semangat bekerja yang berapi-api.

BEKAL MINIMAL SEORANG PEMIMPIN

Menjadi seorang pemimipin itu tidak mudah. Kalau untuk menjadi pemimpin yang asal-asalan memang tidak dituntut syarat tertentu/minimal. Seorang pemimpin semestinya memiliki bekal-bekal minimal sebagai berikut:

a. Memiliki Kharisma
Menjadi pemimpin itu tidak mudah. Tidak semudah yang dibayangkan orang. Ia harus siap secara intelektual dan moral. Karena ia akan menjadi figur yang diharapkan banyak orang / bawahan. Perilakunya harus menjadi teladan / patut diteladani. Seorang pemimpin adalah seseorang yang mempunyai kemampuan diatas kemampuan rata-rata bawahannya. Singkatnya: seorang pemimipin harus mempunyai karisma. Karakteristik pemimpin yang punya karisma adalah:

1. Perilakunya terpuji
2. Jujur dan dapat dipercaya
3. Memegang komitmen
4. Konsisten dengan ucapan
5. Memiliki moral agama yang cukup.

b. Memiliki Keberanian
Tidak lucu bila seorang pemimpin tidak memiliki keberanian. Minimal keberanian berbicara, mengemukakan pendapat, beradu argumentasi dan berani membela kebenaran. Secara lebih khusus keberanian itu ditunjukkan dalam komitmen berani membela yang benar, memegang tegug pada pendirian yang benar, tidak takut gagal, berani ambil resiko, dan berani bertanggungjawab.

c. Memiliki kemampuan mempengaruhi orang lain
Salah satu ciri bahwa seseorang memiliki jiwa kepemimpinan adalah kemampuannya mempengaruhi seseorang untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Dengan kemampuannya berkomunikasi, ia dapat mempengaruhi orang lain. Adapun cara-cara untuk mempengaruhi orang lain antara lain:

1. Membuat orang lain merasa penting
2. Membantu kesulitan orang lain
3. Mengemukakan wawasan dengan cara pandang yang positif
4. Tidak merendahkan orang lain
5. Memiliki kelebihan atau keahlian.

d. Mampu Membuat Strategi
Seorang pemimpin semestinya identik dengan seorang ahli strategi. Maju-mundurnya perusahaan, gagal-berhasilnya suatu organisasi, banyak ditentukan oleh strategi yang dirancang oleh pimpinan perusahaan atau pimpinan organisasi. Adapun kriteria seorang pemimpin yang mampu menyusun strategi:

1. Menguasai medan
2. Memiliki wawasan luas
3. Berpikir cerdas
4. Kreatif dan inovatif
5. Mampu melihat masalah secara komprehensif
6. Mampu menyusun skala prioritas
7. Mampu memprediksi masa depan.

e. Memiliki Moral yang Tinggi
Banyak orang berpendapat bahwa moralitas merupakan ukuran berkualitas atau tidaknya hidup seseorang. Apalagi seorang pemimpin yang akan menjadi panutan. Seorang pemimpin adalah seorang panutan yang secara moral dapat dipertanggungjawabkan. Tanda-tanda seorang pemimpin yang bermoral tinggi:

1. Tidak menyakiti orang lain
2. Menghargai siapa saja
3. Bersikap santun
3. Tidak suka konflik
4. Tidak gegabah
5. Tidak mau memiliki yang bukan haknya
6. Perkataannya terkendali dan penuh perhitungan
7. Perilakunya mampu dijadikan contoh.

f. Mampu menjadi Mediator
Seorang pemimpin yang bijak mampu bertindak adil dan berpikir obyektif. Dua hal tersebut akan menunjang tugas pimpinan untuk menjadi seorang mediator. Syarat seorang mediator meliputi beberapa kriteria:

1. Berpikir positif
2. Setiap ada masalah selalu berada di tengah
3. Memiliki kemampuan melobi
4. Mampu mendudukkan masalah secara proporsional
5. Mampu membedakan kepentingan pribadi dan kepentingan umum.

g. Mampu menjadi Motivator
Hubungan seorang pemimpin dengan motivasi yaitu seorang pemimpin adalah sekaligus seorang motivator. Demikianlah memang seharusnya. Pimpinan adalah titik sentral dan titik awal sebuah langkah akan dimulai. Motivasi akan lahir jika pimpinan menyadari fungsinya sebagai motivator. Tanda-tanda seorang pemimpin menyadari fungsinya sebagai motivator:

1. Memiliki kepedulian kepada orang lain
2. Mampu menjadi pendengar yang baik
3. Mengajak kepada kebaikan
4. Mampu meyakinkan oranglain
5. Berusaha mengerti keinginan orang lain.

h. Memiliki Rasa Humor
Akan lebih mudah seorang pemimpin melaksanakan tugas kepemimpinannya - jika didukang sifat humoris pimpinan - memiliki humor yang tinggi. Kata orang humor lebih penting dari kenaikan gaji. Termasuk kategori pemimpin yang memiliki rasa humor adalah sebagai berikut:

1. Murah senyum
2. Mampu memecahkan kebekuan suasana
3. Mampu menciptakan kalimat yang menyegarkan
4. Kaya akan cerita dan kisah-kisah lucu
5. Mampu menempatkan humor pada situasi yang tepat.

PENUTUP

Dari bandingan-bandingan yang diberikan di atas, tampak betapa tinggi sifat-sifat atau syarat-syarat yang dituntut bagi seorang pemimpin. Di dalam kenyataan memang tidak mudah bagi seorang pemimpin untuk memenuhi sifat-sifat tersebut secara sempurna.

Jumat, 02 September 2011

cuku tau aja ..

tangerang (serpong ) - cianjur selatan ( cidaun)
berangkat butuh 8 jam , pulang butuh 6 jam ..
pulang pergi menuju cianjur melewati 12 bukit dan 6 jam di dalam bukit .-

cukup melelahkan , hanya ingin mengambil sesuatu (motor kendaran saya) . untung dia masih saya anggap teman, kalo tidak bisa diacakacak tuh orang dengan tingkah laku yang semena-menah .. jadi begini asal mula kejadian kenapa gw harus ke kota cidaun ???
jadi pada waktu liburan teman yang berinisial ... dia minjem motor gw mau ke puncak biasa holiday dia sama girlfriend nya .. nah belum sampai puncak malah motor yang dipake ma dia itu malah mogok , katanya sih turun mesin dan akhir dia itu nelpon teman2 dia yang ada di phonebook  dia untuk bantuin dia . hanya dari beberapa teman yang dia hubungi hanya Febrian Rotinsulu lah yang mau menolongi dia untuk menjemput dan mendorong motor saya itu dari kota tajur sampai serpong untuk di masuki kedalam bengkel .. haahaaha ( lucu ya ceritanya ) .-

kalo rasulullah liat perjalanan gw menuju sana dari langit pasti dia menggeleng-gelang kan kepala-Nya , haaa.cukup tidak membayangkan perjalanan seperti itu.cukup tau gw sama tuh kota :( .demi sesuatu barang yang berharga . thanks to Masruri Abdullah .

cianjur selatan